masih ada dari sebuah episode yang hilang, rasa lain dari yang sebelumnya

masih ada dari sebuah episode yang hilang, rasa lain dari yang sebelumnya
............masih ada dari sebuah episode yang pernah hilang, bahkan rasa lain dari yang sebelumnya ............

1

1

Putar Kembali Guruh Gipsy & Badai Pasti Berlalu

Acara  yang digagas "pasangan baru" ini membuka cakawala saya soal album Guruh Gipsy dan Badai Pasti berlalu 1977 disebuah bilangan jl. Gandaria 1 115 Cafe Jakarta Selatan Minggu 15/12/13. Dipandu Denny Sakrie. Erros Djarot memulai ceritanya perkenalan dengan Guruh Sukarno Putra dan pernah serumah saat GSP rambutnya masih Gondrong sepinggang.bla..bla..bla dan seterusnya :).
*ada yg off the record soalnya . hahahha...

Yockie S, Eros Djaot, Roni Haahap & Deni Sakrie


Saat Erros mengerjakan soundtrak film Badai Pasti Belalu ia mengajak Chrisye yang memang teman sekolah nya dulu, maka lanjutlah mereka membuat lagu2, lalu Chrisye mengenalkan Yockie S kepada Erros yang saat itu orangnya 'dingin" ujarnya  Erros mengajukan Vocal Chrisye dan Berlian Hutauruk kepada Teguh Karya, tapi ditolak. Suara Berlian seperti suara kuntilanak, saat itu Teguh Karya menginginkan Broery dan Anna Mantovani sebagai pengisi vocal soundtrak tersebut. Kompromi alot menghasilkan suara vocal cowok Broery Pesolima dan suara vocal tetap Berlian Hutauruk untuk di film nya, maka yang kita dengar lagu di film Badai Pasti berlalu bukan suara Chrisye melainkan suara Broery Pesolima.Untuk versi album kaset suara Chrisye tetap dipertahankan "TAK ADA KOMPROMI" ujar Erros.

Lalu Erros ingin membuat lagu2 dalam film tersebut sebuah kaset rekaman, proses pun terjadi ia sempat menawarkan kepada pemilik Pramaqua Pak Ook untuk mengedarkan kaset tersebut dengan sistem royalti catatan biaya pengganti master dibayar lunas, karena gak ada jawaban dari bos Aquarius itu maka Erros menawarkan kepada pemilik studio Irama Mas untuk  mengedarkan album tesebut.

Disinilah awal polemik dimulai, kesuksesan film dan kaset Badai Pasti Berlalu (saat itu Erros sudah terbang kuliah ke Jerman) semua urusan ditangani Chrisye dan Yockie menyerahkan semua ke Erros. Berlian Hutauruk merasa lagu yang dinyanyikan nya hanya untuk ost film bukan untuk kaset, badai berlanjut Erros dituduh membawa uang 30 juta hasil royalti  yang nyatanya ia tak menerima speserpun, saat berangkat ke Luar Negeri pun ia hanya memegang uang gak sampai 1 juta untuk kepeluannya kuliah di Jerman.  bertahun2 ia tersiksa dengan berita tesebut tadi nya ia akan balik ke Indonesia tapi karena Slamet Rahardjo sebagai kakak melarangnya kembali "biar kebenaran akan terkuak sendiri" ujar Slamet R.

Ketika Erros Djarot kembali ke Jakarta ia marah besar kepada dua rekannya ini, Erros  mengajak Yockie dan Chrisye dalam suatu pertemuan kenapa mereka tidak membelanya saat berita itu santer. Saat Erros bertemu Berlian, ia tidak pernah mengatakan Erros membawa uang penjualan kaset sejumlah itu, ternyata ada PIHAK ketiga yang membuat keruh suasana.  Akhirnya Erros bekata "iya Chrisye salah, Yockie juga salah apalagi saya banyak salah". CASE CLOSED !!

Yockie berkisah kenapa ia bermusik, sejak tahun 1967 ia sudah bermusik di kalimantan (Ayahnya seorang Pejabat polisi bertugas di kalimantan) beliau pun bolak balik Malang dan Jakarta,. Ayahnya sempat khawatir akan pendidikan Yockie ini dan menitipkan ke salah satu kerabatnya di Jakarta (ayahnya sempat minta ditugaskan ke jakarta kepada Kapolri Hoegeng saat itu). Yockie berkata kepada sang ayah bahwa ia gak 'cocok" sekolah ia dianjurkan sang ayah untuk kuliah di IKJ. Dalam kegelisahan tersebut Yockie tetap bermusik dari semua group band di jakarta pernah ia masuki (bermain sbg player), Godbless, Panbers, The Mercys dll.."sebut band Jakarta mana yang tidak saya masuki saat itu" ujar Yockie. Maka ia dikenal sebagai anggota CABO BAND, iyah dimana ada band disitu Yockie sebagai player nya...hhahahaha..

Jaman dulu Yockie tak memperdulikan dirinya mau ditulis sebagai apa di cover kaset, bahkan saat operator mau menulis ini lagu ciptaan siapa, Yockie bilang "tulis saja siapa kek namanya" . bahkan Yockie dan Erros gak tau apa itu Music Director, apa itu Music Arranger pokoknya yang kita buat musik dengan senang. Baru beberapa belakang ini sejak Yockie beranjak usia 40 tahun ia baru mulai mempehatikan  soal hak tersebut katanya "saat membuat lagu jika ada teman kasih masukan apa itu lirik atau lagu dan dipakai, kita harus jelas menulis lagu ini ditulis siapa dan lirik ini ditulis siapa, akan jadi persoalan jika lagu tesebut sukses nantinya" Yockie sedikit emosi saat ia bercerita soal Hak Cipta  (Yockie sempat meninggalkan forum diskusi tapi balik duduk lagi kok :)).

Kini giliran Roni Harahap bercerita tentang Guruh Gipsy, awal penciptaan Indonesia Mahardika selama beberapa tahun ia tinggal bersama Guruh tak hanya sekamar tapi juga satu tempat tidur "tapi gak ngapa-ngapain loh" ujar nya yang hadir pun tertawa. Om satu ini kalo cerita kayak kita dengerin StandUp Comedy serius tapi santai, membuat cair suasana. Sebelum di GIPSY, Roni H adalah personil Young Gipsy. Ia tak pernah menulis partitur lagu Indonesia Mahardika "supaya gak bisa di contek orang" ujanya sambil tersenyum. Ia terinspirasi dari beberapa lagu terkenal. Saat sesi rekaman Roni memainkan lagu Indonesia Mahardika ia merasa kurang satu not, tapi rekannya Keenan bilang udah  pas kok, saat rekaman itu di putar Keenan bilang "Ron not nya kurang satu", "kan tadi udah gw bilang kurang satu not" ujar Roni hahahahhah maka rekaman pun di ulang. :P

Salah satu penyebab proses pengerjaan album GG memakan waktu 2 tahun seperti yang sudah kita ketahui tenyata ada beberapa cerita saat GSP memainkan lagu "aku rindu...aku rindu...." Roni yang disana saat itu bilang "Gur udah jam 2 pagi nih lagu nya masih begitu2 aja" om Roni mempunyai hobi tidur itu lah sebabnya molor nya pengerjaan album ini terbilang lama selain jadwal studio yang penuh atau kesullitan saat rekaman *jaman itu rekaman serba manual  Proses lagu Chopin Larungm Gsp berkhayal jika Chopin tinggal dan mati di Bali lalu dilarung ke laut, makanya sound2 yang digunakan ada suara air laut yang bergelombang  kelam.
Roni : "Gur elo bikin lirik lagu kayak syair Romggowarsito dong"
Guruh : "Ronggowarsito siapa Ron ?"
Roni : "elo gak tau Ronggowarsito ? sebenarnya yang 'jawa' elo apa gw sih"  
kata Roni Harahap bercerita saat itu dan disambut tawa oleh hadirin.

Saat itu Anak muda kalo membeli kaset Indonesia dianggap "NAJIS"  memang suatu kebanggaan membeli kaset2 barat. itu di akui Erros dan Yockie walau sebenarnya tahun 1969 Yockie pernah rekaman mengiringi penyanyi Indonesia, atau seragamnya Aliran musik yang saat itu dkuasai industri.  Dari sinilah para dedengkot musik membuat  album Indonesia yang berbeda. Suasana saat diskusi berjalan santai penuh keceriaan yang jauh terkesan "angker" .Semoga ada kejutan kelanjutan soal album Badai Pasti Belalu antara Erros Djarot, Yockie Suryoprayogo dan Pak Ook dari Aquarius..kita doakan saja bersama (bisa ditebak arah dan dimana Master BPB 77 itu berada ...hayoo berdoa bersama :) 

Oleh oleh diskusi :D

Sebenarnya masih banyak   yang pengen diketik soal diskusi kemarin, soal ketidak akuran antara Yockie dan Chrisye dan Erros sebagai penengah mereka, apa daya ngetiknya capek nanti dilanjut kalo ingat yah , tuh kan hampir lupa Film Badai Pasti Berlalu juga diputar di acara tersebut loh [abd]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

= trims udah cuap-cuap disini =